Conditional Sentences Type 2- Cara Membuat Kalimat Pengandaian Dengan Pola Kalimat Bentuk ke 2


Gambar oleh Free-Photos dari Pixabay 

Sebelumnya kita telah membahas mengenai Conditional Sentence jenis pertama yang menjelaskan bahwa sebuah conditional sentence terdiri dari dua klausa, yaitu klausa anak kalimat if (jika) dan induk kalimat (main clause ).

Contoh pada kalimat :

If you turn right,    ( klausa anak kalimat )

you will see it on left your side.   ( main clause - sebagai induk kalimat )

Jika kedua kalimat tersebut disatukan maka terbentuk menjadi  kalimat pengandaian ( conditional sentence) jenis pertama. Kalimat nya menjadi :

  • If you turn right, you will see it on left your side. Jika kamu belok kanan, kamu akan melihat nya disebelah kirim kamu.
Penjelasan singkat diatas merupakan penjelasan tentang conditional sentence type I



Conditional Sentences Type 2- Cara Membuat Kalimat Pengandaian Dengan Pola Kalimat Bentuk ke 2

Pada kalimat pengandaian jenis kedua ini, kita akan menggunakan aturan rumus ( pattern ) yang berbeda.

Pattern :

- Conditional Type I  :

   If + simple present tense, ( sebagai if clause ) + simple future tense ( sebagai  main clause ).


- Conditional Type II  :

   If + simple past tense, sebagai if clause )  + simple past future sebagai  main clause di awali dengan kata would setelah subjeknya ). 

contoh kalimat ;

If  + I had enough time, sebagai if clause )  + I would write to my parents sebagai  main clause di awali dengan kata would setelah subjeknya ).  

Kita menggunakan bentuk kalimat perumpamaan atau pengandaian tipe kedua ini untuk menjelaskan sesuatu yang terjadi di waktu lampau atau yang akan terjadi waktu yang akan datang dengan kondisi atau situasi keadaan yang tidak sesuai yang diharapkan. Ciri khusus dari jenis kalimat ini adalah dengan menggunakan kata would ( akan ).

Ada beberapa aturan dalam menggunakan tipe kedua ini :

Condition refers to : Present / future event

If Clause + Simple Past Tense >>>  If I had a lot of money, .........

Main Clause : Past Perfect >>>>>  would travel around the world.

Kata-kata yang bercetak tebal 'had' dan 'would travel' merupakan contoh kata-kata yang dipakai dalam conditional sentence tipe kedua ini. kata 'had' adalah bentuk lampau (past) dari kata 'have' ( sebagai present). Dan kata 'would travel' adalah kata bentuk Past Future. 

Contoh lain dari conditional sentence tipe kedua :

  • If I taught this class, I wouldn't give tests.   >>>> Jika saya (tadi) mengajar  di kelas ini, saya tidak akan memberikan test. 

Pada kalimat ini menjelaskan tentang fakta di waktu lampau bahwa saya tidak mengajar di kelas ini.

  • If he were  here right now, he would help us. >>>> Jika dia (tadi) ada disini sekarang, dia (tadi) akan menolong kita. 
Pada kalimat ini menjelaskan tentang fakta kejadian yang telah terjadi bahwa 'he' (dia) tidak ada disini saat ini. Kita menggunakan kata 'were' sebagai bentuk kata kerja bantu 'be' untuk kalimat non verbal atau yang tidak menjelaskan perbuatan dari kalimat  If he were  here right now.
  • If I were you, I would accept their invitation. >>>> Seandainya saya adalah kamu, Saya (tadi) akan menerima undangan mereka.
Pada kalimat ini menjelaskan tentang fakta kejadian suatu 'permohonan' menjadi orang lain untuk membuat sebuah keputusan tentang sesuatu yang terjadi. kita tetap menggunakan kata 'were' sebagai bentuk kata kerja bantu 'be' untuk kalimat non verbal atau yang tidak menjelaskan perbuatan dari kalimat If I were you.


Catatan :
Bentuk 'were' digunakan dalam bentuk Tunggal ( singular) dan Jamak ( Plural ). Kata 'was' ( yaitu dengan kata I, he, she, it ) yang terkadang digunakan dalam pembicaraan yang sangat tidak formal namun juga secara umum tidak dapat digunakan dalam aturan tata bahasa Inggris.

Demikian penjelasan singkat tentang Conditional Sentences Type 2- Cara Membuat Kalimat Pengandaian Dengan Pola Kalimat Bentuk ke 2.  Semoga memberikan pemahaman yang mudah dimengerti oleh pembaca semua.
 
close